Portalterkini.com, – Sultra – Konawe – Terkait pencemaran laut yang dilakukan oleh Kapal Tongkang pengangkut Ore Nickel di sekitar bibir Pantai Morosi Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe membuat salah satu Lembaga mengecam keras dan angkat bicara.
Pasalnya, pencemaran laut yang dilakukan oleh kapal tongkang TB Buana Succes pihak Syahbandar Molawe harus bertanggungjawab. Sebab, kata La Songo, Pihak Syahbandar seharusnya tentu memperhitungkan sesuai kapasitas muatan pada tongkang tersebut sebelum berlayar.
\”pengawasan pihak Syahbandar Molawe patut dipertanyakan. Sebab, sebelum Kapal Tongkang tersebut melanjutkan kegiatan berlayarnya, tentunya ada perhitungan akan sebab akibatnya dan sesuai kapasitas muatan kapal tongkang tersebut,\” Tegas La Songo
- Hadir di Istana Kepresidenan RI, Kadin Sultra Usulkan Hilirisasi Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
- Kadin Sultra Bertemu Prabowo, Tegaskan Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Anggota Aktif DPRD Sultra “SP” Resmi ditetapkan tersangka Kasus Tambang Batu Ilegal di Konsel
- Aktivitas Holing ST Nikel diduga Over Dimensi, Ancam Keselamatan warga: Polda Sultra di minta tertibkan
- dituding Menambang Illegal dan tak Kantongi Izin PPKH, Direktur PT PUP Menepis “itu tudingan menyesatkan”
Terkait hal itu, dikatakan langsung oleh La Songo selaku Ketua Konsorsium Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu, 25/06/2022.
Menurut La Songo \”kata dia\”, kejadian pencemaran laut itu diduga terjadi pada Hari Kamis 20/6/22. Sekitar Pukul 12 : 00 siang lalu.
Sambung La Songo, pada awak media ini (Sabtu,25/06/2022), ia mengatakan Bahwa sesegera mungkin akan melakukan Aksi Unjuk rasa terkait pencemaran laut tersebut. Selain itu, menurut La Songo ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melaporkan atas kejadian itu.
\”Segera mungkin kami akan melakukan aksi unjuk rasa sekaligus melaporkan atas pencemaran laut tersebut yang dilakukan di Perairan Laut Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe,\” Pungkasnya, La Songo Ketua KAMI Sultra.
Sampai berita ini ditayangkan, media ini belum konfirmasi pihak Syahbandar untuk di mintai keterangannya, sebab media ini tidak memiliki nomor pihak Syahbandar. Disisi lain karena jarak yang begitu jauh untuk ke kantor pihak Syahbandar. Tetapi media ini akan berusaha meminta klarifikasi ke pihak Syahbandar Molawe.
Laporan Tim


















