Portalterkini.com – Diinisiasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rangkaian kegiatan pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang dikemas apik dalam bentuk ceremony \”Festival Budaya Kajang 4\”, dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mengedepankan, mengikuti dan mematuhi standar protokol kesehatan (Prokes) Penanganan Covid 19.
\”Kegiatan kami laksanakan terbatas dan tetap mengikuti serta memberlakukan prokes ketat sesuai anjuran pemerintah dengan mempertimbangkan belum usainya masa pandemi\” ujar Ketua Panitia Festival, Kamsuri Muslim, Kamis, (16/09) via whatsapp.
\”Untuk pelaksanaan hari kedua, kegiatan akan dipantau dan dimonitor secara langsung oleh jajaran aparat Kepolisian dari Mako Polres Bulukumba\”.
\”Rangkaian acara festival budaya Kajang 4 hari kedua sendiri, akan diisi dan dimeriahkan dengan pelaksanaan lomba tari tradisional pa\’bitte passapu dan angngaru\”.
- Penyaluran bibit sawit di Konut diduga bermasalah, APLH Sultra minta kejati dan BPK RI audit serta proses hukum
- Idul Adha 1447 H, Kadin Sultra Salurkan 3 Ekor Sapi ke Warga Kendari
- Aksi Jilid II GEMPUR Pertanyakan Urgensi Hibah Rp1,9 Miliar untuk Pagar Lahan Kosong Kejari Konawe
- Dukung Program Kementerian, Lapas kelas II A Kendari, Sukses Panen Raya Jagung Hasil Edukasi warga binaan
- Kadin Sultra Luncurkan Sufana Sari Kedelai di Konawe, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
\”Kegiatan registrasi peserta mulai digelar pada sekira pukul 13.00 wita dengan melibatkan peserta yang tak lain merupakan penduduk asli Tanah Toa lama (Desa Toa), sebagai tuan rumah\”.
\”Selebihnya peserta berasal dari sembilan dusun yang terdiri atas empat desa yakni : Desa Pattiroang atau Galla Bantalang, Desa Maleleng atau Galla Maleleng, dan Desa Batunilamung\”.
\”Keempat desa tersebut merupakan pecahan dari Desa Tanah Toa sehingga disebut Tanah Toa lama\”, terang Kamsuri kepada wartawan via sambungan telefon. (Andi Fadly Dg. Biritta)
