Portalterkini.com – Diinisiasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rangkaian kegiatan pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang dikemas apik dalam bentuk ceremony \”Festival Budaya Kajang 4\”, dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mengedepankan, mengikuti dan mematuhi standar protokol kesehatan (Prokes) Penanganan Covid 19.
\”Kegiatan kami laksanakan terbatas dan tetap mengikuti serta memberlakukan prokes ketat sesuai anjuran pemerintah dengan mempertimbangkan belum usainya masa pandemi\” ujar Ketua Panitia Festival, Kamsuri Muslim, Kamis, (16/09) via whatsapp.
\”Untuk pelaksanaan hari kedua, kegiatan akan dipantau dan dimonitor secara langsung oleh jajaran aparat Kepolisian dari Mako Polres Bulukumba\”.
\”Rangkaian acara festival budaya Kajang 4 hari kedua sendiri, akan diisi dan dimeriahkan dengan pelaksanaan lomba tari tradisional pa\’bitte passapu dan angngaru\”.
- 10 tahun Beroperasi dan Timbulkan dampak lingkungan, Tambang Pasir di Sabulakoa Konsel Tuai soroton
- 30 Hari Mengabdi di Rakadua, Mahasiswa KKN Tinggalkan Sejumlah Program untuk Masyarakat.
- Hadir di Istana Kepresidenan RI, Kadin Sultra Usulkan Hilirisasi Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
- Kadin Sultra Bertemu Prabowo, Tegaskan Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Anggota Aktif DPRD Sultra “SP” Resmi ditetapkan tersangka Kasus Tambang Batu Ilegal di Konsel
\”Kegiatan registrasi peserta mulai digelar pada sekira pukul 13.00 wita dengan melibatkan peserta yang tak lain merupakan penduduk asli Tanah Toa lama (Desa Toa), sebagai tuan rumah\”.
\”Selebihnya peserta berasal dari sembilan dusun yang terdiri atas empat desa yakni : Desa Pattiroang atau Galla Bantalang, Desa Maleleng atau Galla Maleleng, dan Desa Batunilamung\”.
\”Keempat desa tersebut merupakan pecahan dari Desa Tanah Toa sehingga disebut Tanah Toa lama\”, terang Kamsuri kepada wartawan via sambungan telefon. (Andi Fadly Dg. Biritta)
