Kendari – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara membuka lomba pidato memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia), Jumat (3/12/2021).
Menurut Kajati Sultra Sarjono Turin, pembelajaran anti korupsi harus mulai ditanamkan sejak usia dini dikalangan para siswa. Ini dilakukan untuk memperkenalkan pada mereka bagaimana memberantas budaya korupsi.
\”Tindak pidana korupsi itu luar biasa bisa merusak tatanan ekonomi, budaya dan kehidupan berbangsa,\” ungkap Kajati.
Kajati berharap lomba ini tidak hanya sekedar formalitas mengetahui tentang korupsi, namun harus dimaknai dalam kehidupan sehari-hari, seperti dilingkungan sekolah, sebab korupsi hampir merambah semua lini.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik penyelenggaraan lomba ini, sehingga meminta sekolah SD dan SMP untuk berpartisipasi meramaikannya.
- Aktivitas Holing ST Nikel diduga Over Dimensi, Ancam Keselamatan warga: Polda Sultra di minta tertibkan
- dituding Menambang Illegal dan tak Kantongi Izin PPKH, Direktur PT PUP Menepis “itu tudingan menyesatkan”
- Penyaluran bibit sawit di Konut diduga bermasalah, APLH Sultra minta kejati dan BPK RI audit serta proses hukum
- Idul Adha 1447 H, Kadin Sultra Salurkan 3 Ekor Sapi ke Warga Kendari
- Aksi Jilid II GEMPUR Pertanyakan Urgensi Hibah Rp1,9 Miliar untuk Pagar Lahan Kosong Kejari Konawe
Wali kota juga berharap lomba ini bisa menjadi penyemangat bagi para siswa dalam melakukan hal-hal positif dan membangun karakter yang jujur sejak dini.
\”Harapannya dengan kegiatan ini semangat, budaya anti korupsi bisa ditanamkan sejak dini sehingga kelak nanti mereka melanjutkan estafet pemerintahan dan semua bidang sudah siap dengan mental yang baik,\” ungkapnya.
Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dan pemenangnya rencananya akan ditampilkan pada peringatan hari anti korupsi tanggal 9 Desember.
