Kendari – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara membuka lomba pidato memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakordia), Jumat (3/12/2021).
Menurut Kajati Sultra Sarjono Turin, pembelajaran anti korupsi harus mulai ditanamkan sejak usia dini dikalangan para siswa. Ini dilakukan untuk memperkenalkan pada mereka bagaimana memberantas budaya korupsi.
\”Tindak pidana korupsi itu luar biasa bisa merusak tatanan ekonomi, budaya dan kehidupan berbangsa,\” ungkap Kajati.
Kajati berharap lomba ini tidak hanya sekedar formalitas mengetahui tentang korupsi, namun harus dimaknai dalam kehidupan sehari-hari, seperti dilingkungan sekolah, sebab korupsi hampir merambah semua lini.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik penyelenggaraan lomba ini, sehingga meminta sekolah SD dan SMP untuk berpartisipasi meramaikannya.
- Tak Miliki Izin PKKPRL dan AMDAL, PELITA SULTRA Dorong Kementerian Perhubungan RI Cabut Izin Tersus PT TMN
- 10 tahun Beroperasi dan Timbulkan dampak lingkungan, Tambang Pasir di Sabulakoa Konsel Tuai soroton
- 30 Hari Mengabdi di Rakadua, Mahasiswa KKN Tinggalkan Sejumlah Program untuk Masyarakat.
- Hadir di Istana Kepresidenan RI, Kadin Sultra Usulkan Hilirisasi Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
- Kadin Sultra Bertemu Prabowo, Tegaskan Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Wali kota juga berharap lomba ini bisa menjadi penyemangat bagi para siswa dalam melakukan hal-hal positif dan membangun karakter yang jujur sejak dini.
\”Harapannya dengan kegiatan ini semangat, budaya anti korupsi bisa ditanamkan sejak dini sehingga kelak nanti mereka melanjutkan estafet pemerintahan dan semua bidang sudah siap dengan mental yang baik,\” ungkapnya.
Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dan pemenangnya rencananya akan ditampilkan pada peringatan hari anti korupsi tanggal 9 Desember.
