Portalterkini.com, Palembang – Desa Kuala Dua Belas mendadak viral lantaran video berdurasi dua menit yang memperlihatkan tiga anak sekolah di desa tersebut, tersebar di dunia maya. Desa yang berada di antara muara selat Bangka dan sungai ogan ini, merupakan bagian dari Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.
Video viral itu pun menuai berbagai komentar dari masyarakat, banyak yang mempertanyakan tentang kebenaran video tersebut. Merespons kejadian itu, tim Aksi Cepat Tanggap Sumsel mendatangi langsung lokasi Desa yang jaraknya cukup jauh dari kota Palembang.
- Dukung Program Kementerian, Lapas kelas II A Kendari, Sukses Panen Raya Jagung Hasil Edukasi warga binaan
- Kadin Sultra Luncurkan Sufana Sari Kedelai di Konawe, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Anton Timbang Torehkan Prestasi Selama Memimpin Kadin Sultra
- Diduga Lahan Warga Diserobot Oknum Anggota TNI, PERAK SULTRA Desak DPRD Sultra dan Pemkab Bombana Bertindak
- Kasi Pidsus Kejari Kolaka Diduga Terima Suap Proyek RSUD Koltim, GMA Sultra Minta Kejagung RI usut Tuntas
Berangkat dari kota Palembang pukul 13.00 WIB, tim ACT Sumsel harus menempuh jarak selama 4,5 jam jalur darat, ditambah 3 jam jalur air dengan menggunakan speedboat. Tiba dilokasi, tim ACT pun disambut hangat oleh kepala desa dan warga setempat. Desa yang dihuni oleh sebanyak 350 Kepala Keluarga, dan jumlah penduduk mencapai 1.076 orang ini terbagi menjadi empat dusun dan terbelah menjadi dua diantara aliran sungai ogan.
Saat tim mengonfirmasi tentang kebenaran video yang sedang viral itu, Hartoni, selaku kepala desa Kuala Dua Belas mengatakan bahwa, anak-anak di desanya memang terbiasa menggunakan kotak sterofoam untuk bermain di sungai, bahkan terkadang saat orang tua mereka tidak sempat menjemput sekolah mereka menggunakannya sebagai perahu.
“Anak-anak disini sering pakai sterofoam itu untuk bermain-main, itu kotak tempat nampung udang warga disini. Meski kami juga sudah mengingatkan mereka untuk tidak pakai itu karena bahaya, ya namanya anak-anak kadang masih saja tetap nekat menggunakannya, Tapi memang anak-anak disini semua bisa berenang dengan baik,” kata Pak Hartoni
Fakta lainnya, di desa ini ternyata hanya ada sekolah tingkat dasar (SD), yaitu SDN 01 sebagai satu-satunya sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu anak-anak di desa ini. Sebanyak 78 siswa yang tergabung dari kelas 1 s.d 6 belajar di dalam satu gedung yang sama, jumlah guru dua orang dan fasilitas sederhana.
“Untuk melanjutkan sekolah ke SMP atau SMA, anak-anak biasanya nyebrang ke desa tetangga mbak. Kalau dari sini kurang lebih 1 jam naik getek/perahu, tapi masyaAllah semangat anak-anak disini untuk sekolah luarbiasa,” kata Aisyah, guru honorer di SDN 01 Kuala Dua belas
Sementara itu, dalam rangka memberikan semangat juang bagi para guru di SDN 01 di kuala dua belas. ACT pun memberikan bantuan berupa bea guru untuk kedua tenaga pengajar, serta bantuan bea untuk dai pendakwah di desa itu. Ikhtiar lainnya yang ingin diwujudkan oleh ACT yaitu dengan menghadirkan Kapal Sekolah.
Tidak adanya fasilitas jembatan atau kapal sekolah membuat anak-anak SDN 01 Kuala dua belas terkadang terpaksa menggunakan kotak sterofoam untuk menyebrangi sungai. Melihat kondisi ini, ACT Sumsel berikhtiar menghadirkan sebuah kapal sekolah wakaf sebagai moda transportasi yang memudahkan anak-anak untuk sekolah. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi bisa menyalurkannya melalui tautan Palembang.indonesiadermawan.id/KapalSekolahKuala12 (Ocha/Rill)
