Portalterkini.com, Palembang – Gerakan Mahasiswa Anti Radikalisme dan Terorisme (GMART) merupakan gerakan yang didasari atas kepedulian mahasiswa terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di daerah Sumatera Selatan menggelar seminar dengan mengusung tema \”semangat pemuda dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme\”, Sabtu (27/11/2021).
Jumlah peserta 165 orang yang mengikuti zoom dan 30 orang mengikuti via offline.
Hadir sebagai pemateri, AKBP Iralinsah, SHKASUBDIT IV KAMNEG DIT INTELKAM POLDA SUMSEL dan Toto purbiyanto, S.Kom., M.Ti Dir standardisasi materi dan metode formal, nonformal dan informal Badan pembinaan ideologi pancasila dan Pendiri negara Islam Indonesia Crisis Center Ken Setiawan.
Jumlah peserta 165, yang mengikuti zoom dan 30 orang mengikuti via offline.
AKBP Iralinsah mengatakan, apa itu radikalisme, dan bagaimana penanggkalannya agar para pemuda tidak mudah terpengaruh paham radikalisme.
\”Bangsa yang kuat berasal dari kualitas generasi mudanya sebagai penerus tegaknya NKRI. Diawali dengan keteladanan, disiplin, dedikasi, serta motivasi yang tinggi dari generasi muda. Sejarah Indonesia sudah membuktikan betapa pentingnya peran generasi muda sebagai penentu masa depan\”. ucapnya.
- Dukung Program Kementerian, Lapas kelas II A Kendari, Sukses Panen Raya Jagung Hasil Edukasi warga binaan
- Kadin Sultra Luncurkan Sufana Sari Kedelai di Konawe, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Anton Timbang Torehkan Prestasi Selama Memimpin Kadin Sultra
- Diduga Lahan Warga Diserobot Oknum Anggota TNI, PERAK SULTRA Desak DPRD Sultra dan Pemkab Bombana Bertindak
- Kasi Pidsus Kejari Kolaka Diduga Terima Suap Proyek RSUD Koltim, GMA Sultra Minta Kejagung RI usut Tuntas
Ken Setiawan menuturkan, dampak-dampak yang ditimbulkan radikalisme seperti Fobia terhadap agama, dan penanganan yang salah terhadap radikalisme sehingga menimbulkan stress depresi bahkan kegilaan.
\”Untuk mencintai Indonesia kita harus mengerti dan paham ideologi Pancasila serta sila-sila yang terkandung di dalamnya,\” bebernya.
Sementara itu, Toto Purbiyanto menuturkan dalam kegiatan tersebut bahwa pentingnya menjaga NKRI dan menguatkan ideologi pancasila serta cara mencintai indonesia dengan, bangun, sadar, bela dan cinta.
Ketua GMART Ardi Pratama menuturkan, saat ini lebih dari 50 orang anggota GMART.
\”Kami akan terus melakukan pengkaderan serta kajian tentang bahayanya paham intentoleran radikalisme dan terorisme di manapun dan kapanpun kami akan melakukan sosialisasi untuk kedepannya agar GMART ini sendiri bisa memberikan suasana yang lebih rindang serta harmonis,\” bebernya.
\”Harapannya, kita dapat lebih berpikir kritis agar kita tidak mudah terpengaruh dan terjebak paham paham radikalisme dan terorisme,\” pungkasnya (Ocha)
