Portaterkini.com – Pandeglang – Banten | Pencairan program Bantuan UMKM Di Kabupaten Pandeglang akhir-akhir ini ramai dibicarakan, lantaran ditemukan nya oknum yang diduga memungut bantuan tersebut, di Desa Pasirloa Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang Banten, yang mana oknum tersebut selaku BPD desa pasirloa dan perangkat staf desa pasirloa.
27/08/2021
Sebagaiman yang dibuktikan dalam coretan surat pernyataan yang dibuat oleh salah satu penerima manfaat UMKM bernama Darsih umur 53 tahun warga Leuwi Waru ia menuliskan sebagai berikut\” bahwa kami (saya) penerima manfaat UMKM mendapatkan uang sebesar Rp. 1.200.00 dan di pinta atau dipotong sebesar Rp.400.000 oleh Aming selaku BPD desa pasirloa dan Nursiyah selaku staf desa pasirloa.
- Jumat Curhat Perdana di Puosu Jaya, Kapolresta Kendari Kombes Safi’i Nafsikin Ajak Warga Aktif Lapor Gangguan Kamtibmas
- Momentum safari Jumat, Kapolres Kendari Imbau Kamtibmas Ke-Jamaah Masjid Al-Kautsar
- Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H. silaturahmi ke-Dandim 1417 kendari, pererat Sinergisitas
- Tak Miliki Izin PKKPRL dan AMDAL, PELITA SULTRA Dorong Kementerian Perhubungan RI Cabut Izin Tersus PT TMN
- 10 tahun Beroperasi dan Timbulkan dampak lingkungan, Tambang Pasir di Sabulakoa Konsel Tuai soroton
Darsih dalam surat pernyatanya menyatakan ketidak senangan dan tidak ikhlas atas pemotongan oleh kedua oknum tersebut.
sementara itu Udi Alhadi selaku aktifis pemerhati sosial sangat miris mendengar dan melihat kejadian ini, dimana pemerintah pusat melalui kementrian terkait menggelontorkan uang untuk membantu pemulihan ekonomi disaat wabah virus Covid-19 melanda yang mengakibatkan kurang stabilnya perekonomian di negara kita. malah dijadikan ajang potong memotong oleh oknum yang mengatasnamakan kordinator. ucapnya
masih dikatakan Udi Alhadi saya berharap kepada aparatur penegak hukum (APH) Untuk merespon keluhan para penerima manfaat bantuan UMKM. untuk menyelidiki lebih dalam.
sementara itu sampai berita ini dipublis dimedia ini kedua orang yang diduga oknum tersebut belum dapat dihubungi dan diminta hak jawabnya.
(Man)


















