Portalterkini.com, – Palembang – Puluhan Eks karyawan Hotel Sandjaja menggeruduk Mapolda Sumsel, Rabu (25/5/2022), lantaran menilai tak kunjung ada kejelasan lanjutan laporan yang dilayangkan pada bulan Januari lalu. Mereka mempertanyakan kejelasan dugaan pelanggaran Pasal 216 KUHP yang diduga dilakukan manajemen Hotel Sandjaja karena tak kunjung
membayarkan uang pesangon senilai total Rp. 4,5 miliar, mereka dipantau.
“Kami menilai tak kunjung ada kejelasan tindaklanjut laporan yang dilayangkan di bulan Januari lalu,” ujar Syarifuddin, koordinator lapangan sekaligus perwakilan eks karyawan saat ditemui Rabu siang.Tak hanya ke penegak hukum, kata dia, permasalahan ini juga telah bergulir di ranah persidangan perdata.
Dengan telah dikeluarkannya putusan MA yang menolak upaya kasasi dari Hotel Sandjaja dan tetap memerintahkan untuk segera membayar pesangon.
“Kami berharap dari jajaran Polda Sumsel untuk bisa menyelesaikan masalah agar tidak berlarut-larut. Perkara ini sudah berjalan selama dua tahun dan akhirnya kita laporkan ke Polda Sumsel,” ungkap Syarifuddin.
- GMA Sultra Minta Menteri ESDM Tidak Mengeluarkan RKAB PT GMS
- Anton Timbang Gas Pol! IMI Sultra Bidik 17 Kabupaten/Kota, Porprov dan Musprov Menanti
- Tanah Adat, Hak Asiatik yang terabaikan: Krisis perlindungan hukum, Perda dan Kebijakan Pusat diharapkan
- IMI Sultra Gandeng BNN Kendari, Perkuat Komitmen Organisasi Bersih Narkoba
- Kadin sultra Gelar rapat persiapan Musprov di rangkaikan Sosialisasi Anti Narkotika bersama BNN kota kendari
Namun, puluhan eks karyawan itu hanya berada di bawah flyover dan tidak boleh melakukan orasi. Pihak Polda Sumsel hanya menerima 10 orang perwakilan untuk masuk dan menemui pejabat di Ditreskrimum Polda Sumsel ,yang langsung dipantau serta diterima di lokasi oleh Kaur Penum Subbid Penmas Bid humas Polda Sumsel Kompol Astuti, S.Sos didampingi dua Polwan Bidhumas polda Sumsel, Diketahui sebelumnya, sebanyak 73 eks karyawan Hotel Sandjaja Palembang melaporkan pemilik hotel berinisial IS ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (21/1) lalu.
Laporan dikuasakan kepada salah seorang eks karyawan, Syaifuddin (52) yang sempat berkonsultasi dengan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel beberapa hari lalu.
Laporan ke polisi tersebut, setelah ada putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menolak upaya kasasi dan memerintahkan agar membayar pesangon senilai total Rp4,5 miliar terhadap eks-karyawannya, tetapi tak membuat IS bergeming. Menurut kuasa hukum ke-73 eks-karyawan Hotel Sandjaja, Aprisal Nesidatu, SH pihaknya melaporkan IS dengan sangkaan melanggar Pasal 216 KUHPidana.
Laporan : Rosa Rosmilah
