Portalterkini.com, – Banten | Aktifitas para armada Mobil Dum truck hauling PT. RBB di Jalan Raya Munjul – Cikeusik dan Picung – Munjul masih tidak memperhatikan, keamanan dan kenyamanan serta keselamatan berlalu lintas. Hal itu diungkapkan oleh Nuryahman selaku pegiat sosial media yang disambungkan ke media ini.
Menurutnya, Padahal baru sehari pihak dinas perhubungan yang didampingi pihak Kepolisian Resot Pandeglang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kendaraan angkutan material Batu belah jenis Dump Truck.
- Hadir di Istana Kepresidenan RI, Kadin Sultra Usulkan Hilirisasi Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
- Kadin Sultra Bertemu Prabowo, Tegaskan Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Anggota Aktif DPRD Sultra “SP” Resmi ditetapkan tersangka Kasus Tambang Batu Ilegal di Konsel
- Aktivitas Holing ST Nikel diduga Over Dimensi, Ancam Keselamatan warga: Polda Sultra di minta tertibkan
- dituding Menambang Illegal dan tak Kantongi Izin PPKH, Direktur PT PUP Menepis “itu tudingan menyesatkan”
\”Dengan kejadian seperti ini perilaku pihak pengurus armada dan para supir sudah tidak mengindahkan keluhan masyarakat dan peringatan dari dinas perhubungan (Dishub) kabupaten pandeglang, terkait keamanan dan kenyamanan serta keselamatan berlalu lintas dengan cara menutup bak muatannya dengan terpal. ucap Nuryahman selaku pemerhati sosial yang peduli terhadap lingkungan,\” Ujarnya, Minggu, 02/10/2022.
\”Saya berharap pihak dinas perhubungan dan kepolisian polres Pandeglang dapat melakukan operasi dengan serius. karena ada informasi beberapa armada mobil sudah ber operasi tetapi surat dokumen kelengkapan kendaraan belum ada. ungkap nuryahman.
\”Padahal armada mobil Dump Truck pengangkut material batu tersebut beraktifitas mengangkut material batu untuk kebutuhan proyek pembangunan nasional yakni pembangunan jalan tol Serang – panimbang. jelas Nuryahman. (Tim).
