Majalahsultra.Com, BOMBANA — Setelah 30 hari menjalankan pengabdian di tengah masyarakat, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, resmi menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan KKN yang dimulai sejak 16 Juli 2026 tersebut diisi dengan berbagai program kerja yang dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama di bangku perkuliahan.
Selama berada di Desa Rakadua, mahasiswa membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Karang Taruna, serta masyarakat setempat dalam menjalankan berbagai agenda pengabdian.
Koordinator Desa (Kordes) KKN, Muh. Irsan Lacia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat Desa Rakadua yang telah bersama-sama menyukseskan program kerja kami,” ujar Irsan.
Beragam program dilaksanakan selama masa pengabdian. Program wajib diisi dengan pembuatan video dokumenter, sedangkan program utama berupa pembuatan plang nama dusun.
Mahasiswa juga menjalankan sejumlah program sesuai bidang keilmuan, di antaranya pencatatan inventaris, sosialisasi pentingnya menabung sejak dini, edukasi anti-bullying, sosialisasi bahaya narkoba, serta sosialisasi pemanfaatan kompos Biokar.
Selain itu, kelompok KKN turut merealisasikan sejumlah program tambahan, seperti pembuatan papan peringatan jalan, papan nama masjid, serta papan batas Desa Rakadua–Bulunamai.
Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan olahraga antar-dusun yang melibatkan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana mempererat interaksi dan kebersamaan antara mahasiswa dengan warga.
Irsan mengatakan, terlaksananya seluruh program tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.
“Bagi kami mahasiswa, KKN ini bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung bersama masyarakat,” katanya.
Menurutnya, 30 hari berada di Desa Rakadua memberikan banyak pengalaman bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami kehidupan sosial masyarakat serta belajar membangun komunikasi dan kerja sama di tengah lingkungan desa.
Meski masa pengabdian telah berakhir, Irsan berharap hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat dapat terus terjaga.
Ia juga berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari kontribusi mahasiswa bagi masyarakat Desa Rakadua.


















