Portalterkini.com, Palembang – Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (GANN) Sumsel menggelar Rakorda 1 dengan tema \”Optimalisasi pelaksanaan program kerja penanggulangan bahaya narkoba\” dilaksanakan di Gedung Atiyasa, Selasa (22/2/2022).
Ketua DPD GANN Sumsel Nur Frafyanti Fanny mengatakan, Rakorda 1 Yayasan GANN Sumsel membahas optimalisasi program kerja Yayasan GANN Sumsel yakni peresmian 1 RT 1 koordinator yang dibentuk di 17 kabupaten dan kota. Kemudian, bimtek peran serta P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba). Serta peresmian komunitas junior Yayasan GANN Sumsel Chapter SMP dan SMA se Sumsel.
\”Melalui Rakorda ini, kita membekali seluruh pengurus DPC GANN Se Sumsel. Ini salah satu upaya kita dalam menanggulangi bahaya narkoba. Karena ini menjadi tanggung jawab kita kita bersama dan semua elemen masyarakat, \” ujarnya.
Untuk program 1 RT 1 Koordinasi itu bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan sosialisasi serta diskusi.
\”Melihat kondisi di Sumsel kita miris, karena sudah sangat memprihatinkan. Sumsel peringkat nomor 2 peredaran narkoba tingkat nasional, serta Indonesia peringkat 3 juara dunia. Artinya ini memprihatinkan, ayo kita sama sama menanggulangi narkoba, \” bebernya.
Ketika ditanya penegakan hukum narkoba, Fanny menjelaskan, sudah maksimal dan kedepan diharapkan lebih baik lagi. Serta ada tindakan preventif.
- Tak Miliki Izin PKKPRL dan AMDAL, PELITA SULTRA Dorong Kementerian Perhubungan RI Cabut Izin Tersus PT TMN
- 10 tahun Beroperasi dan Timbulkan dampak lingkungan, Tambang Pasir di Sabulakoa Konsel Tuai soroton
- 30 Hari Mengabdi di Rakadua, Mahasiswa KKN Tinggalkan Sejumlah Program untuk Masyarakat.
- Hadir di Istana Kepresidenan RI, Kadin Sultra Usulkan Hilirisasi Aspal Buton Masuk Proyek Strategis Nasional
- Kadin Sultra Bertemu Prabowo, Tegaskan Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
\”Harapan kita dengan dibentuk 1 RT 1 Koordinator, kita berharap mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal narkoba di Sumsel. Jadi ini bukan sekedar wacana tapi dimulai dari kita, \” pungkasnya (Ocha)
