Portalterkini.com – Konawe Selatan, Minggu,12/6/2022, sekitar Pukul 11.00 Wita. Dalam pantauan media ini, warga di Desa Buke Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan masih menekuni sebagai pengrajin atap Rumbia.
Saat dimintai keterangan, salah satu warga tersebut bernama Guu menjelaskan bahwa, \”dalam satu hari ia mampu membuat atap rumbia hingga sampai lima puluh (50) lembar,\” Ucap Guu
Menurut warga tetangga yang enggan diketahui namanya, ia juga mengatakan bahwa, \” setiap ada kegiatan baik di wilayah Desa Buke mereka sering datang membuat atap rumbia guna bergotong royong bersama – sama,\” Katanya
- Aktivitas Holing ST Nikel diduga Over Dimensi, Ancam Keselamatan warga: Polda Sultra di minta tertibkan
- dituding Menambang Illegal dan tak Kantongi Izin PPKH, Direktur PT PUP Menepis “itu tudingan menyesatkan”
- Penyaluran bibit sawit di Konut diduga bermasalah, APLH Sultra minta kejati dan BPK RI audit serta proses hukum
- Idul Adha 1447 H, Kadin Sultra Salurkan 3 Ekor Sapi ke Warga Kendari
- Aksi Jilid II GEMPUR Pertanyakan Urgensi Hibah Rp1,9 Miliar untuk Pagar Lahan Kosong Kejari Konawe
Lanjut warga tetangga itu, Dalam membuat atap rumbia, bukan hanya di gunakan untuk keperluan rumah, tetapi bisa juga untuk diperjual belikan, dan memang sudah banyak yang sering datang membeli di luar Desa Buke.
Sementara itu Sekretaris Desa yang namanya tidak ingin di sebut, menurutnya dan ia menyatakan bahwa, atap rumbia sudah ada dari jaman para Leluhur sudah memakai atap rumbia. Dan perlu di lestarikan bahwa masyarakat sekarang ini masih mengunakan atap rumbia.
Masih kata Sekdes, Selain daunnya untuk digunakan sebagai atap pada umunya, masyarakat suku tolaki bisa juga batangnya di proses menjadi Sagu untuk di konsumsi pada masyarakat khususnya suku tolaki. Pungkasnya
Laporan : Amudin
