Portalterkini.com, – Pemalang – Jateng – Sifat Arogansi merasa Kebal Hukum serta juga merasa dirinya paling hebat diperlihatkan oleh Muksinin seorang kepala desa (Kades) Ambokulon, Kecamatan Comal, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Bahkan Menantang Awak media untuk memberitakan Kasus tentang dirinya. Selasa (26/04/2022).
Prilaku buruk itu sudah dua kali dilontarkan dari mulut Muksinin. selaku kepala desa, harusnya menjadi contoh tauladan yang baik bagi warga masyarakatnya. Ironis, hal tersebut malah berbanding terbalik seperti yang di harapkan, dimana justru terkesan merasa hebat dan Kebal Hukum dengan tantang awak media untuk memberitakan dirinya.
Saat dikonfirmasi Awak media melalui sambungan WhatsApp milik sekdes Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Muksinin selaku Kepala Desa (Kades) dengan nada cetus dia menolak untuk diberitakan baik, ia malah menyuruh untuk Diberitakan jelek.
Tak hanya itu, Muksinin juga menguatkan karakter diri yang dinilai miskin etika melalui kata-katanya dengan bahasa jawa yang tidak pantas seakan awak media \”Angel Tok\” Ucap Muksinin.
Hal ini tentu merupakan ucapan tidak pantas yang di ucapakan seorang pengemban Garuda kelima di mana maksud dan tujuan mengisyaratkan dirinya layaknya preman jalanan.
- Dukung Program Kementerian, Lapas kelas II A Kendari, Sukses Panen Raya Jagung Hasil Edukasi warga binaan
- Kadin Sultra Luncurkan Sufana Sari Kedelai di Konawe, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Anton Timbang Torehkan Prestasi Selama Memimpin Kadin Sultra
- Diduga Lahan Warga Diserobot Oknum Anggota TNI, PERAK SULTRA Desak DPRD Sultra dan Pemkab Bombana Bertindak
- Kasi Pidsus Kejari Kolaka Diduga Terima Suap Proyek RSUD Koltim, GMA Sultra Minta Kejagung RI usut Tuntas
Sementara itu, sekertaris Desa (Sekdes) Ambokulon, yang juga mendengar percakapan antara Awak Media dengan Muksinin, nampak menggeleng-geleng kepala setelah mendengar perkataan Kepala desanya yang kurang baik kepada Awak Media.
Menuai sebuah pertanyaan jika seorang pejabat negara merupakan mitra kerja media yang semestinya menjalin hubungan komunikasi yang baik bukan malah memberi sikap yang tidak sepantasnya seakan alergi terhadap wartawan.
Hal ini tentu dapat mengundang asumsi mengenai program-program yang di realisasikan apakah berjalan sesuai regulasi dan ketentuan penggunaan anggaran-anggaran di kelolanya. (Zaenal)
Editor:ME01
