Portalterkini.com, Rabat – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin pagi, Kamis, 3 Maret 2022, telah mengadopsi sebuah resolusi tentang situasi antara Federasi Rusia dan Ukraina. Kerajaan Maroko telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam pemungutan suara pada resolusi ini. Demikian dilansir dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Maroko yang diterima media ini melalui jaringan Persisma (Persaudaraan Indonesia- Sahara-Maroko), Jumat, 4 Maret 2022.
Absennya Maroko dari penentuan resolusi tersebut tidak bisa diinterpretasikan apapun sehubungan dengan posisi prinsip Pemerintah Maroko mengenai situasi antara Federasi Rusia dan Ukraina, sebagaimana ditegaskan kembali dalam Komunike yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri pada 26 Februari 2022 lalu.
Kerajaan Maroko terus mengikuti dengan prihatin dan khawatir perkembangan situasi antara Federasi Rusia dan Ukraina. Kerajaan menyesalkan eskalasi militer yang masih berlangsung hingga saat ini, yang mengakibatkan ratusan kematian warga sipil dan ribuan luka-luka dan yang telah menyebabkan penderitaan manusia. Situasi ini juga berdampak pada semua populasi dan negara bagian di kawasan dan sekitarnya, kata Kementerian dalam pernyataannya.
Kerajaan Maroko menegaskan kembali keterikatannya yang kuat terhadap penghormatan terhadap integritas teritorial, kedaulatan, dan persatuan nasional semua Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
- GMA Sultra Minta Menteri ESDM Tidak Mengeluarkan RKAB PT GMS
- Anton Timbang Gas Pol! IMI Sultra Bidik 17 Kabupaten/Kota, Porprov dan Musprov Menanti
- Tanah Adat, Hak Asiatik yang terabaikan: Krisis perlindungan hukum, Perda dan Kebijakan Pusat diharapkan
- IMI Sultra Gandeng BNN Kendari, Perkuat Komitmen Organisasi Bersih Narkoba
- Kadin sultra Gelar rapat persiapan Musprov di rangkaikan Sosialisasi Anti Narkotika bersama BNN kota kendari
Kerajaan Maroko mengingatkan bahwa, sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anggota Organisasi harus menyelesaikan perselisihan mereka dengan cara damai dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional, untuk menjaga perdamaian dan keamanan di dunia. Demikian sumber yang sama menambahkan.
Kerajaan Maroko selalu berusaha untuk mempromosikan non-penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan perselisihan antar Negara. Kerajaan menyerukan kelanjutan dan intensifikasi dialog dan negosiasi antara para pihak untuk mengakhiri konflik ini dan mendorong semua inisiatif dan tindakan untuk tujuan tersebut.
Lebih lanjut, dan sebagai tanggapan atas seruan Sekretaris Jenderal PBB, Kerajaan Maroko telah memutuskan untuk memberikan kontribusi keuangan bagi upaya kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara tetangga. (PERSISMA/Red)


















