Portalterkini.com, – Palembang – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Universitas Sriwijaya Tahun Ajaran 2022-2023 Di FH Tower Lantai 8 Fakultas Hukum UNSRI, Bukit Besar Palembang, Selasa (9/8/2022)
Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) bagi Mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (UNSRI) Tahun Akademik 2022/2023 dilakukan secara Hybrid, gabungan antara Daring dan Luring.
Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf MSCE mengatakan, \” PK2 dilakukan secara Hybrid. Hari ini dilakukan secara daring, dan besok dilakukan luring di fakultas,\” katanya.
Anis mengharapkan, Daring dan dicampur luring kegiatan PK2, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak ada kerumunan.
- GMA Sultra Minta Menteri ESDM Tidak Mengeluarkan RKAB PT GMS
- Anton Timbang Gas Pol! IMI Sultra Bidik 17 Kabupaten/Kota, Porprov dan Musprov Menanti
- Tanah Adat, Hak Asiatik yang terabaikan: Krisis perlindungan hukum, Perda dan Kebijakan Pusat diharapkan
- IMI Sultra Gandeng BNN Kendari, Perkuat Komitmen Organisasi Bersih Narkoba
- Kadin sultra Gelar rapat persiapan Musprov di rangkaikan Sosialisasi Anti Narkotika bersama BNN kota kendari
\” Untuk tahun Akademik ini, jumlah Mahasiswa total mendaftar 8.668 orang berdasarkan hasil daftar ulang. Ditambah dengan mahasiswa yang eksisting yakni sebanyak 28.339 orang, jika dibagi maka rata-rata masa Studi 3,5 hingga 4 tahun,\” tuturnya.
Anies menambahkan, Pelaksanaan PK2 tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu. Karea tahun lalu full daring karena suasana gawat tapi sekarang kan mulai sistem hybrid, proses pembelajarannya
\” Untuk kuliah yang hanya menjelaskan teori, itu daring saja tapi kalau perlu ke lapangan maka seperti ke Laboratorium, tinggal diatur prodi masing-masing, asal tidak membuat kerumunan,\” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi mengatakan sistem yang diterapkan Unsri bermanfaat bagi adik-adik dalam beradaptasi. Kepada mahasiswa baru, ia berpesan, selama ini ditingkat SMA 80 persen ditentukan guru.
Riza menuturkan, \” berbeda jika pendidikan di kampus dimana dosen perannya hanya 20 persen saja, sisanya mahasiswa itu sendiri yang menentukan hasilnya nanti. Disini juga masa pengenalan kampus tidak ada kekerasan, aman dan menyenangkan,\” pungkasnya. (Ocha)


















